pengaruh pembelajaran e-learning terhadap mahasiswa

PENGARUH SISTEM BELAJAR E-LEARNING BAGI MAHASISWA

LATAR BELAKANG

Dewasa ini teknologi berkembang sangat pesat. Banyak orang yang menggunakan teknologi untuk memudahkan aktivitas sehari-hari mereka. Teknologi juga digunakan pada bidang pendidikan. Salah satu penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan yaitu sistem belajar e-learning. Dosen yang mempunyai banyak kesibukan biasanya menggunakan e-learning untuk mengajar. Dengan makin banyaknya dosen dan universitas yang menggunakan e-learning, maka akan berpengaruh pada mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut.

 

 

TINJAUAN PUSTAKA

E-Learning

Menurut Hartley (dalam Anonim, 2008) e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Sedangkan dalam Glossary of e-Learning Terms (dalam Anonim, 2008) e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone. Matthew Comerchero (dalam Anonim, 2008) mengemukakan definisi yang lebih luas mengenai E-learning yaitu sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet.

 

 

PENGARUH SISTEM BELAJAR E-LEARNING BAGI MAHASISWA

Sistem belajar menggunakan e-learning memiliki keuntungan dan kerugian. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh mahasiswa dari penggunaan metode ini. Pertama, metode pembelajaran ini bisa dilakukan kapan saja asal sesuai dan memenuhi target yang diberikan universitas. Kedua, lebih efisien dan efektif. Hal ini karena metode ini dapat menghemat waktu dan tenaga, mahasiswa tidak perlu pergi ke kampus untuk belajar, jadwal kuliah fleksibel karena jadwal kuliah tidak dibakukan dan dapat meminimalisir mahasiswa mengantuk atau bosan ketika mengikuti kuliah. Apabila mahasiswa diberi tugas oleh dosen mereka bisa langsung mencari jawaban dari tugas tersebut lewat browsing di internet langsung. Ketiga, metode ini dapat menghemat biaya yang dikeluarkan mahasiswa. Apabila semua dosen di universitas menggunakan metode ini, maka mahasiswa tidak perlu membayar biaya perkuliahan dalam jumlah besar. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang untuk browsing internet karena sebagian besar universitasnya menyediakan fasilitas hot spot (wi fi zone). Keempat, mahasiswa harus benar-benar aktif dalam proses belajar, karena dosen hanya bertindak sebagai pengarah, mediator, motivator, dan fasilitator. Kelima, secara tidak langsung metode pembelajaran ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sahingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga supaya tidak gaptek (gagap teknologi). Mengingat di zaman yang maju dan modern seperti ini penguasaan teknologi sangat dibutuhkan. Keenam, dapat menghemat penggunaan kertas yang digunakan untuk mencatat atau mengerjakan tugas sehingga dapat membantu mencegah perluasan atau percepatan global warming. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kertas terbuat dari bahan dasar pohon, padahal pohon merupakan “peredam” global warming.

Penggunaan metode pembelajaran e-learning ini selain berdampak positif tetapi juga berdampak negatif bagi mahasiswa. Beberapa kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan metode e-learning bagi mahasiswa. Pertama, tidak semua mata kuliah menuntut mahasiswa harus aktif sepenuhnya, seperti mata kuliah kalkulus, statistik, akuntansi, fisika atau mata kuliah kantitatif lainnya yang memerlukan bimbingan dari dosennya langsung. Untuk mata kuliah tersebut seperti itu pembelajaran seperti biasanya masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Kedua, metode ini membuat mahasiswa menjadi malas karena semuanya serba instant. Ketiga, penggunaan teknologi internet dalam proses belajar mengajar membuat mahasiswa semakin jauh dari buku. Padahal bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia. Selain itu pertanggungjawaban dari pelajaran yang diajarkan melalui metode e-learning sulit dibuktikan karena pembelajaran tersebut berada di dunia maya, dimana didunia ini semua bisa dimanipulasi dengan mudah. Kelima, kurangnya atau minimnya tatap muka antara dosen dan mahasiswa membuat komunikasi diantara keduanya kurang, padahal saat ini komunukasi langsung sangat diperlukan. Selain itu, kadang mahasiswa sama sekali tidak tahu siapa dosennya sehingga mahasiswa kurang hormat terhadap dosennya (Anonim, 2008).

Data diatas bisa kita lihat dari hasil wawancara yang saya lakukan kepada salah satu mahasiswa Teknik Informatika Universitas Gunadarma yang pernah menggunakan sistem belajar e-learning (V-Class), maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • Apa sih kelas V-class?

“gampang… intinya gak usah dibikin ribet tinggal buka, pilih mata kuliahnya, kerjain tugasnya kalau ada.. nah dengan kita buka mata kuliahnya di V-Class, itu udah termasuk absen.. kayak absen di kelas

  • Menurut kamu apa manfaat dari V-Class (sistem belajar e-learning)?

“Manfaatnya sih yang ada itu jadi mengurangi waktu buat ke kampus, yang seharusnya ada jam kuliah dan mesti ke kampus ini jadi kosong… terus bisa diakses dimana aja selama waktu yang diberikan”

  • Menurut kamu apa kerugian dari V-Class (sistem belajar e-learning)?

“ruginya ya paling kalau jaringannya lagi gak bagus, terus waktu yang diberikan dosen buat V-Class udah gak cukup alias mepet banget..

  • Berarti kalau V-class gak ketemu temen-temen ya?

“iya,, gak apa-apa sih sebenernya kan tinggal telfon aja kalau kita gak ngerti tugasnya”

  • Kamu lebih memilih kuliah dengan sistem e-learning kayak V-Class atau kelas biasa aja dateng ke kampus?

“heee…. sebenernya sih enakan V-Class gak ribet, gak usah dateng ke kampus.. tapi gak enak juga sih jadi gak bersosialisasi sama temen-temen terus gak tahu dosennya juga yang mana.. jadi mending setengah-setengah deh..sebagian V-class, sebagian biasa aja..”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: