pngembangan kreatifitas dan kterbakatan

minggu ke2

 1)kita dapat menjadikan hidup kita lebih baik, dari segi ekonomi dan bahkan hanya sekedar kepuasan batin.

2)karena, kita tahu bahwa ”Golden Age Moment” merupakan masa keemasan tumbuhnya otak manusia dan itu terjadi pada saat usia dini. Pada masa itu, anak mulanting untuk mengembangkan kreatifitas anak. Setiap orang memiliki potensi kreatif yang berbeda-beda. Peran orang tua yang termasuk ke dalam ruang lingkup keluarga sangat berpengaruh. Karena lingkungan terdekat adalah keluarga, dan pada masa anak-anak, lebih dekat dengan lingkungan keluarga. Setelah anak mulai sekolah, peran lingkungan sekolah ikut mendukung. Mulai dari guru sampai teman-teman. Sampai akhirnya dalam cakupan lingkungan yang luas, yaitu masyarakat dan kebudayaan. ”Timbul dan tumbuhnya kreativitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kresi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja.” (Selo Soemardjan 1983). Selain pengaruh lingkungan, dorongan dari lingkungan, diperlukan juga semangat dari diri individu itu sendiri. Banyak sarana dan prasarana untuk menumbuhkan daya cipta seseorang, tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu sendiri, sejauh mana ia merasakan kebutuhan dan dorongan untuk bersibuk diri secara kretif. Hal ini menyangkut motivasi internal, kemauan dari diri sendiri. Jadi, menumbuhkan kreativitas sejak dini sangat penting, agar anak ketika sudah beranjak ketahap perkembangan dan lingkungan yang lebih besar, dia sudah terbiasa dan dapat menghasilkan hal-hal kreatif.

 3) 4P terdiri dari Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk * Pribadi: Setiap anak memiliki kepribadian masing-masing. Seperti pendapat Selo Soemardjan (1983) “Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru”. Jadi setiap anak mempunyai keunikan masing-masing yang perlu dilatih dan dirangsang agar terealisasikan. * Pendorong: Dorongan dan motivasi sangat berguna dalam mengembangkan kreativitas anak dan anak akan merasa tidak dibatasi untuk terus mengembangkan atau melakukan kreativitas. Dapat berupa fasilitas untuk bermain anak yang merangsang kreativitas. Hindari sesuatu yang ”instan”, yang serba otomatis. Dengan sesuatu yang otomatis, dapat mematikan kreativitas anak. * Proses: Proses berkreasi adalah hal yang penting dimana anak akan merasa sibuk dengan kegiatan kreativitasnya. Pemberian pujian dapat membuat anak merasa bahwa yang dia lakukan adalah sesuatu yang menyenangkan, karena dilain pihak hal itu disukai. * Produk: Tahap dimana anak sudah dapat menghasilkan produk kreatif mereka. Dengan pujian walaupun hasilnya kurang memuaskan dapat memberikan dorongan kembali kepada anak agar terus menghasilkan ”produk” kreativitasnya.

4)Guilford (1967) menyatakan: * Berfikir Konvergen: berfokus pada tercapainya satu jawaban yang paling tepat terhadap suatu persoalan atau masalah. Saya setuju karena, tes inteligensi dirancang untuk mengukur proses berfikir yang konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif (David Wechsler). * Berfikir Divergen : bentuk pemikiran terbuka, yang menjajaki macam-macam kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan atau masalah. Seseorang dapat disebut berfikir kreatif jika dia mampu memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Oleh karena itu berfikir divergen disebut juga berfikir kreatif, karena tidak hanya mengarah dengan satu jawaban.

 5). Teori Freud * Proyeksi: misalnya anak senang dengan tokoh-tokoh kartun dan dia tertarik dan mencoba menirukan karakteristik tokoh tersebut. * Regresi: sesaat jika seseorang menginginkan sesuatu yang sulit didapatkan, orang itu mencoba merayu, merengek (layaknya anak kecil) pada orang tuanya atau orang yang dituju untuk mendapatkan yang diinginkan. * Pembentukan reaksi: jika seorang anak mengetahui bahwa dengan cara menangis dia akan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan, dia akan melakukan itu terus menerus sampai dia menda[atkan yang dia inginkan (Temper Tantrum Teori Kris * Dalam menghadapi masalah cenderung santai tapi serius. Banyak ide-ide yang segar dalam penyelesaian suatu masalah. * Selalu ada hal yang baru, selalu mengembangkan sesuatu yang ada menjadi lebih baik. * Mempertahan kan ego. Ego berprinsip pada kenyataan. Tujuan prinsip kenyataan adalah untuk menangguhkan peredaan energi sampai benda nyata yang akan memuaskan telah diketemukan atau dihasilkan. Penangguhan suatu tindakan berarti bahwa ego harus dapat menahan ketegangan sampai ketegangan itu dapat diredakan dengan suatu bentuk kelakuan yang wajar. Mungkin dengan melakukan regresi dapat meredakan ketegangan. Misalnya dengan menghadapi suatu masalah selalu optimis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: